Marc Marquez Mengabarkan Tentang Kemajuan Cedera Bahunya

Marc Marquez Mengabarkan Tentang Kemajuan Cedera Bahunya

Marc Marquez telah mengabarkan tentang kemajuan terkait cedera bahunya yang dialami di akhir musim MotoGP 2025.

Cedera itu terjadi akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di Mandalika, menyebabkan patah tulang selangka dan kerusakan ligamen yang memerlukan operasi.

Sebagaimana Marquez telah menjalani imobilisasi selama 4-5 minggu pasca-operasi, yang membuat lengannya kehilangan kekuatan signifikan.

Namun, kini Ia melaporkan kemajuan bertahap dengan pemeriksaan medis pada setiap dua minggu, dan kondisi fisiknya sudah semakin membaik.

Pada musim tahun 2026, Marquez menyatakan Ia sudah siap berjuang, termasuk tes pramusim.

Yang meskipun Ia masih dalam rehabilitasi intensif, akan tetapi tidak ada kerusakan permanen yang diantisipasi.

Latihan penuh difokuskan menjelang tes di Sepang, Malaysia (3-5 Februari 2026) dan Buriram, Thailand (21-22 Februari 2026), di mana Ia berharap bisa tampil optimal.

Kalah Dari Guinea, Timnas Indonesia U-23 Gagal Menuju Olimpiade Paris 2024

Kalah Dari Guinea, Timnas Indonesia U-23 Gagal Menuju Olimpiade Paris 2024

Timnas Indonesia U-23 terpaksa harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal meraih tiket Olimpiade di Paris 2024. dimana kepastian tersebut sudah jelas setelah mengalami kekalahan dengan skor 0-1 pada laga playoff bertemu dengan lawan Guinea U-23 di digelar di Stade Pierre Pibarot, Kamis 9/5/2024 malam WIB.

Maka Indonesia yang sempat mencoba mengancam pertahanan Guinea dengan beberapa serangan, akan tetapi usaha mereka belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. malahan Guinea U-23 yang berhasil mencetak gol duluan lewat eksekusi penalti yang diambil oleh Ilaix Moriba pada babak pertama, dikarenakan pelanggaran yang dilakukan oleh Witan Sulaeman pada area penalti.

Dengan ketinggalan skor 0-1, tak membuat anak asuh Shin Tae-yong pantang menyerahdan mereka mencoba keras untuk mencari gol balasan, namun barisan pertahanan Guinea cukup kuat dalam menahan serangan dari anak Garuda Muda.

Upaya terus dilakukan oleh Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan, masih juga tidak sanggup untuk menyamakan kedudukan. Beruntung bagi kubu Indonesia U-23, Ernando Ari, kiper mereka, tampil sangat baik dan mampu menahan beberapa ancaman serangan dari Guinea di babak kedua.

Kegagalan ini mungkin saja bisa terhindar jika Video Assistant Referee (VAR) digunakan, karena Sebagian keputusan wasit yang tidak memihak Indonesia dalam beberapa insiden pelanggaran yang terjadi di luar area kotak penalti.

Penalti yang kedua yang diberikan untuk Timnas Guinea U-23 juga menjadi kontroversi, dengan eks wasit FIFA, Fariq Hitaba, tidak sepakat dengan keputusan wasit yang menganggap bahwa Alfeandra Dewangga melakukan pelanggaran.

Keterlaluannya dalam memberikan penalti, serta tidak adanya VAR yang digunakan dalam pertandingan tersebut, membuat keputusan wasit tidak dapat dianulir, sehingga Indonesia gagal meraih tiket Olimpiade Paris 2024.

Reaksi pemain Timnas Indonesia U-23 setelah kalah dari Guinea dalam play-off Olimpiade 2024 terlihat sangat keras. Mereka sempat memprotes keputusan wasit yang dianggap sangat tidak adil, terutama penalti kedua yang diberikan kepada Guinea. para pemain Indonesia menunjukkan rasa kekecewaan mereka yang berat dan frustrasi karena keputusan wasit di pertandingan tersebut.